Pengirim Testimoni

Jaya Pramudya / Siswa
"
Sebuah science fair berskala internasional tentunya bukanlah sembarangan event yang bisa dipandang sebelah mata. Memiliki kesempatan untuk turut berpartisipasi di dalamnya merupakan suatu hal yang patut menjadi kebanggaan tersendiri. Kebanggaan tersebut menjadi semakin terasa ketika kesempatan semacam itu dimiliki oleh siswa sekolah menengah yang notabene selama ini baru bisa ’melihat dunia’ dari ’jendela’ yang dijual di Gramedia atau dari ’jendela’ di meja belajarnya yang berdimensi 14 inchi. Saya pribadi merasakan hal tersebut sebagai sebuah kehormatan, ketika saya dipercaya untuk mewakili Indonesia dalam ajang Intel International Science and Engineering Fair (IISEF) 2010, 9 – 14 Mei 2010 yang lalu di San Jose, California, Amerika Serikat.

            IISEF yang notabene merupakan salah satu science fair terbesar di dunia, menjadi ajang berkumpulnya para stakeholders di bidang keilmuan dari seluruh dunia. Mengutip salah satu slogan pada banner di sana, ”This week, Sillicon Valley’s IQ will be higher than ever.” Sungguh, berada pada circumstance yang semacam ini telah memberikan manfaat yang luar biasa besarnya bagi saya pribadi.

            Salah satu hal berharga yang saya dapatkan adalah terbukanya wawasan saya akan bagaimana dunia keilmuan seharusnya dibangun. Hal itu saya dapatkan setelah mengikuti panel diskusi yang menghadirkan para Nobel-laureates seperti Dudley Herschbach dan Douglas Osheroff selaku pembicara utama. Konsep terpenting dari pembangunan dunia riset adalah bahwasanya sains seharusnya dibangun atas dasar kesadaran dari segenap stakeholders sesuai peranan masing - masing. Dunia pendidikan dasar sebagai hulunya, sudah seyogyanya mulai menyadari peran strategisnya. Peran yang dimaksud adalah pembentukan pola pikir siswa sejak dini untuk bisa memiliki pemikiran yang kritis dan sensitif terhadap berbagai permasalahan kehidupan yang ada di sekitar kita. Disertai dengan pegangan dasar dalam hal metodologi penelitian, diharapakan siswa mulai dapat mengadakan penelitian sesuai dengan sejauh mana taraf basis keilmuan yang dimiliki.

Berada pada tataran selanjutnya adalah dunia pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi menjadi tempat terjadinya transisi dari pendidikan murni yang ada di tingkat sebelumnya menuju ke arah research dalam artian yang sebenarnya. Pembekalan yang diberikan seharusnya sudah mengarah kepada pemantapan dari segi konsep keilmuan secara mendalam, pendekatan penelitian yang komprehensif, hingga pembangunan budaya keilmuan yang mengakar. Berbagai bekal tersebut diharapkan dapat menjadikan para researcher muda benar – benar siap untuk terjun ke ’wildworld’ yang sesungguhnya.

Pihak terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah lembaga – lembaga riset dan perusahaan – perusahaan yang menjadi hilir sekaligus pembuka bottleneck sehingga tumpukan ilmu tersebut dapat ditransformasikan ke dalam bentuk yang nyata sekaligus diimplementasikan ke dalam bentuk nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Selain itu, pihak yang ketiga ini juga harus dapat meng-encourage pertumbuhan dan perkembangan research dengan cara menjaga supaya segala sumber daya yang ada, baik manusia maupun sarana prasarananya, dapat bersinergi untuk menggerakkan mekanisme ini secara  sustainable.

Intinya, dengan mengikuti Intel ISEF saya mendapatkan banyak sekali pengalaman yang sangat bermanfaat bagi saya dan mudah-mudahan pengalaman ini juga akan bermanfaat bagi semua orang.

"
Jaya Pramudya , Siswa (SMAN 1 Surakarta)
Siti Patimah / Master Teacher MIS Al Muqorrobin,
"" Pelatihan Getting Started course ini sangat membantu saya dalam merubah sistem pembelajaran kepada siswa yang semula hanya berpusat kepada guru, kini sudah dapat berpusat kepada siswa dengan memanfaatkan multimedia dan ICT dalam pembelajaran. Rekan-rekan di sekolah sangat merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini, saya pun merasa sengat senang karena dapat berbagi materi Getting Started Course ini kepada rekan-rekan di sekolah.""
Siti Patimah , Master Teacher MIS Al Muqorrobin, (Binjai, Sumatera Utara)
Ibu Siti Aisyah / Kepala Sekolah
" “Pelatihan Intel Teach berimplikasi besar, terutama dalam hal memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat memahami komputer, dan memberi mereka kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam aktifitas sehari-hari di kelas. Sekarang setelah kami melihat keunggulan teknologi dalam lingkungan sekolah, kami bahkan menjadikan hal ini sebagai program pengembangan diri bagi para siswa”."
Ibu Siti Aisyah , Kepala Sekolah (SD 14 Bonto-bonto, Ma’rang, S. Sulawes)
Ibu Meylinda Saragih / Guru
"“Yang paling penting untuk dicatat dalam Pelatihan Intel Teach untuk saya ialah penekanan pada belajar kemampuan yang dibutuhkan di abad 21 dengan menggunakan teknologi. Kami guru, terinspirasi oleh Pelatihan Intel Teach ini karena pelatihan ini akan menolong kami dalam mendidik siswa dalam menghadapi tantangan abad 21”."
Ibu Meylinda Saragih , Guru (Tebing Tinggi, North Sumatra)
Harry Pujianto / Guru SDN 03 Menteng

CMPC sangat membantu proses belajar-mengajar yang berpusat pada siswa. Para siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka lewat informasi yang mereka temukan di dunia maya. Saya membantu mereka menemukan apa yang mereka perlukan selanjutnya mereka membentuk sendiri pengetahuan mereka. Lewat Teacher Console, saya dapat memantau apa yang siswa kerjakan, saya dapat menampilkan presentasi saya langsung pada komputer siswa, saya dapat mengirimkan lembar kerja siswa yang akan mereka kerjakan sesuai dengan penemuan mereka sendiri, para siswa menghasilkan produktivitas kelompok mereka dan mempresentasikan langsung dari komputer mereka ke komputer teman-teman sekelasnya. Pada akhir pembelajaran saya dapat mengukur pemahaman mereka melalui quiz yang sangat mereka gemari.

Rekan-rekan guru sangat termotivasi memakai CMPC ini. Kami berebut memakai kelas CMPC sehingga perlu diatur agar jadwal yang benar dan kami para guru harus menyeleksi materi apa yang cocok untuk memakai teknologi ini berdasarkan Rencana Pembelajaran kami. CMPC membantu kami mempersiapkan para siswa menatap persaingan di abad 21 nanti.

"
Harry Pujianto , Guru SDN 03 Menteng (Menteng)